Penerapan Dekomposisi Leksikal dalam Penyusunan Definisi: Studi Kasus KBBI Daring
Penulis: Dessy Irawan, Dien Rovita, Totok Suhardijanto
Informasi
JurnalLEKSIKOGRAFI DI ERA DIGITAL
PenerbitLEKSIKOGRAFI DI ERA DIGITAL, 63, 2018
Halaman63
Tahun Publikasi2018
Jenis SumberGoogle Scholar
Sitasi
Google Scholar: 2
Abstrak
Pendefinisian menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan kamus. Pemerian definisi untuk sebuah lema atau sublema dapat menerapkan dekomposisi leksikal. Dekomposisi leksikal adalah istilah yang digunakan Cruse (2000: 235) dalam menganalisis makna. Dalam KBBI Daring, definisi lema dan sublema yang berhiponim memperlihatkan pola yang beragam. Dengan demikian, persoalan mengenai definisi menjadi masalah yang menarik untuk diteliti. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk melihat penerapan dekomposisi leksikal dalam menyusun definisi lema atau sublema. Data penelitian berupa 961 lema dan sublema bidang komputer dalam KBBI Daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekomposisi leksikal dapat diterapkan dalam proses penyusunan definisi lema atau sublema. Dengan menerapkan dekomposisi leksikal, genus dalam definisi yang dihasilkan untuk lema dan sublema yang berhiponim akan menjadi seragam. Selain itu, penerapan dekomposisi leksikal juga dapat menghindari definisi dengan sinonim yang mengandung makna melingkar.
Dokumen & Tautan
