Pursuing ideological passion in Islamic radical group’s insurgency: a case study of Negara Islam Indonesia
Informasi
JurnalIndonesian Journal of Islam and Muslim Societies
PenerbitPostgraduate Program State Institute of Islamic Studies
Volume & EdisiVol. 13,Edisi 1
Halaman1 - 27
Tahun Publikasi2023
ISSN20891490
Jenis SumberScopus
Sitasi
Scopus: 6
Google Scholar: 7
PubMed: 7
Abstrak
This study seeks to investigate the ideological passion of those who join a religion-based insurgency group. Religion-based insurgencies continue to exist even after being dispersed, whereas region-based insurgencies typically end after government defeat. Having an ideological hatred for the state’s ideology is the primary motivation for insurgents to fight tenaciously for their movement. This study focuses on the ideological passion formation process in the context of the Indonesian Muslim insurgency known as Negara Islam Indonesia. (NII). NII is a religion-based insurgency in Indonesia that continues to operate clandestinely and is the progenitor of radical movements such as Hizbut Tahrir Indonesia. Using a qualitative approach and a case study procedure, the method was applied. The participants included 21 former NII members. Using thematic analysis, the data was examined. Previous research on religion-based insurgency focused primarily on the role of extremist religious ideology as the movement’s foundation. However, it remains unclear as to how ideology influences the selection of an insurgency strategy and the desire to continue the movement. Formation of ideological passions may cast light on the dynamics of religious insurgency. The findings indicate that the ideological passion of religion-based insurgency is comprised of five primary themes. These five themes are rumination, ideology valuation, movement dedication, social interactions, and ideology internalization. This study highlights the role of ideological passion in the formation of insurgencies. This ideological passion can also play a significant role in the disengagement procedure of insurgents, which includes social interactions and internalization. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi gairah ideologis individu dalam bergabung dengan kelompok makar berbasis agama. Jika makar berbasis wilayah biasanya berakhir setelah dikalahkan pemerintah, makar berbasis ideologi lebih bertahan lama meskipun sudah dibubarkan. Memiliki gairah ideologis yang bertentangan dengan ideologi negara adalah motivasi dasar bagi pelaku makar untuk memperjuangkan gerakannya secara persisten. Fokus studi ini adalah proses pembentukan gairah ideologis dalam konteks sebuah gerakan makar Muslim Indonesia yang disebut dengan Negara Islam Indonesia (NII). NII adalah makar berbasis agama di Indonesia yang masih berjalan secara tersembunyi dan menjadi orang tua dari gerakan radikal yang bermunculan di Indonesia seperti Hizbut Tahrir Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan berjumlah 21 orang mantan anggota NII. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Studi-studi sebelumnya tentang makar berbasis agama lebih banyak berfokus pada peran ideologi agama ekstrem sebagai dasar gerakan. Namun, bagaimana ideologi berkontribusi dalam pemilihan strategi makar dan hasrat untuk terus melanjutkan gerakan belum banyak dijelaskan. Pembentukan gairah ideologis dapat membantu menjelaskan dinamika makar berbasis agama. Hasil studi menunjukkan bahwa gairah ideologis untuk gerakan makar berbasis agama terdiri dari lima tema. Kelima tema tersebut adalah ruminasi, valuasi ideologi, dedikasi terhadap gerakan, interaksi sosial, dan internalisasi ideologi. Studi ini mengkaji peran gairah ideologis dalam pembentukan makar. Gairah ideologis juga dapat berperan dalam keluarnya pelaku dari kelompok makar yang melibatkan interaksi sosial dan internalisasi. © (2023), All Rights Reserved.
Dokumen & Tautan
