Resosialisasi Remaja Putus Sekolah Di Panti Sosial Bina Remaja Bambu Apus Jakarta
Penulis: Hasrifah Musa, Arif Wibowo
Informasi
JurnalJurnal Pembangunan Manusia
PenerbitJurnal Pembangunan Manusia 1 (2), 2, 2020
Volume & EdisiVol. 1,Edisi 2
Halaman2
Tahun Publikasi2020
Jenis SumberGoogle Scholar
Abstrak
Tulisan ini membahas tentang pelaksanaan resosialisasi remaja putus sekolah, peran pekerja sosial di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Bambu Apus Jakarta, dan hambatan yang dialami dalam pelaksanaan resosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan:(1) pelaksanaan resosialisasi remaja putus sekolah di PSBR Bambu Apus Jakarta, meliputi pembekalan magang, pelaksanaan magang, dan monitoring magang;(2) peran yang dilakukan oleh pekerja sosial sebagai penghubung (broker), pendidik (educator), mediator, enabler, group facilitator, pengevaluasi (analyst/evaluator); dan (3) hambatan yang timbul, meliputi kurang optimalnya peran pendampingan oleh pekerja sosial di lokasi magang, waktu kegiatan magang yang terbatas, belum ada surat kerja sama secara tertulis dengan lembaga mitra, keterbatasan daya tangkap remaja putus sekolah, perilaku dan sikap remaja putus sekolah yang belum siap beradaptasi dengan peran dan tanggung jawabnya, kurangnya kepercayaan diri remaja putus sekolah dalam melayani pelanggan, serta perbedaan peralatan yang digunakan oleh PSBR Bambu Apus Jakarta dengan yang digunakan perusahaan di tempat magang.
Dokumen & Tautan
