Masa-masa awal bahasa Indonesia
Penulis:Â Harimurti Kridalaksana
Informasi
PenerbitYayasan Pustaka Obor Indonesia
Tahun Publikasi2039
Jenis SumberGoogle Scholar
Sitasi
Google Scholar: 33
Abstrak
Buku ini memberikan pandangan baru tentang hari kelahiran bahasa Indonesia. Sebagian besar orang berpendapat bahwa hari lahir bahasa Indonesia adalah tanggal 28 Oktober 1928. Namun, Harimurti Kridalaksana, mantan guru besar FIB UI yang masih sangat aktif menulis dan berkarya, meluruskan bahwa hari kelahiran bahasa Indonesia sebenarnya adalah tanggal 2 Mei 1926. Argumen dan penjelasan beliau dipaparkan secara lugas dan jernih dalam buku ini. Selain itu, buku ini juga menjawab siapa yang pertama kali mengusulkan Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia. Dijelaskan pula mengapa Bahasa Melayu yang dipilih sebagai bahasa persatuan, bukan bahasa daerah lainnya yang memiliki penutur lebih banyak, seperti Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Inti dari buku ini adalah mengangkat jasa para pelopor dan perintis bidang bahasa Indonesia pada masa-masa awal pergerakan nasional. Dalam buku ini, peranan Ki Hajar Dewantara, M. Tabrani, Soemanang, dan Soedarjo—empat tokoh penting dalam pengembangan Bahasa Indonesia—ditekankan sebagai pionir yang merintis wawasan tentang bahasa Indonesia yang kini menjadi pegangan generasi kita. Rintisan mereka menandai awal sejarah bahasa kita, ketika kita meninggalkan kemelayuan dan beralih ke keindonesiaan. Perpindahan ini berlangsung secara evolusioner, sebagaimana tampak dari teks-teks yang beredar dari akhir abad ke-19 hingga tahun 1940-an, yang terlampir dalam buku ini dan dapat dianggap sebagai awal sejarah sosial Bahasa Indonesia.
Dokumen & Tautan
