Hubungan Tingkat Stres terhadap Ujian dengan Kelulusan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada Modul Keterampilan Klinis Dasar Mahasiswa Kedokteran: The …

Penulis: MN ZakaR AbdullahR Mustika
Informasi
JurnalJANE-Health: Journal of Applied Nutrition, Environment, and Health
PenerbitJANE-Health: Journal of Applied Nutrition, Environment, and Health 1 (1), 20-25, 2025
Volume & EdisiVol. 1,Edisi 1
Halaman20-25
Tahun Publikasi2025
Jenis SumberGoogle Scholar
Abstrak
Prevalensi stres mahasiswa kedokteran termasuk tinggi saat menghadapi ujian. Stres dapat berpengaruh pada kegagalan mahasiswa dalam menghadapi ujian Objective structured clinical examination (OSCE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres terhadap ujian dengan kelulusan OSCE pada modul Keterampilan Klinis Dasar (KKD) mahasiswa Fakultas Kedokteran Untirta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa tingkat 3 dan 4 dengan besar sampel sebesar 88 orang. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner Westside Anxiety Test Scale dan data kelulusan OSCE menggunakan data sekunder. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Fisher Exact. Tingkat stres terhadap ujian yang paling banyak dialami mahasiswa adalah tingkat stres sedang (47.6%) diikuti dengan tingkat stres berat (37%) dan ringan (16.3%). OSCE KKD 3 memiliki tingkat ketidaklulusan yang paling tinggi (23.9%) diikuti dengan OSCE KKD 2 (10.9%) dan KKD 1 (7.6%). Sebanyak 62% mahasiswa memiliki lama waktu belajar> 2 jam perhari. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara kelulusan OSCE KKD dengan tingkat stres terhadap ujian dan lama waktu belajar perhari. Tidak ada hubungan antara kelulusan OSCE KKD dengan tingkat stres terhadap ujian dan lama waktu belajar perhari.
Dokumen & Tautan

© 2025 Universitas Indonesia. Seluruh hak cipta dilindungi.